• Home
  • About Me
  • Contact
  • Sitemap

a Little Journey of Life

Entah kenapa perjalanan menuju Kota tadi pagi tidak seburu buru biasanya. Lebih menikmati dan mengamati cara berkendara orang orang. Dari yang naik sepeda, motor, truk, hingga bis.

Bukan cerita baru lagi kalau bis di daerah saya memang sering lari larian yang seolah olah sedang menjuarai perlombaan. Tidak peduli samping kanan atau kiri bahkan depan ada lawan yang sama sama kuatnya dan berakibat fatal. Yang penting sampai tujuan dengan waktu yang tepat. Yang katanya bis bis itu memang sering kebut kebutan karena mengejar waktu.

Untuk saat ini aku tidak akan membahas lebih panjang bagaimana tingkah polah sopir sopir bis itu. Mataku tertuju pada dua orang pengendara motor. Sama sama ingin menjadi terdepan. Namun tidak menyadari apakah sudah sesuai menjadi pengendara motor yang baik dan benar. Sepele tapi penting.

Jam baru berjalan ke arah angka sembilan. Sepertinya kewajiban seorang bapak juga baru dimulai. Kalaupun memang dikejar waktu kenapa tidak berjalan sedari pagi buta. Tanpa harus mepet sana mepet sini. Membuat orang semakin geram.

Masih menjadi pertanyaan, sama sama naik motor tetapi tidak terima didahului atau dipepet. Salah satu diantaranya berkendara menggunakan handphone yang tertempel di pipi dan helm. Marah marah sepanjang jalan. Tak mau mengalah, menyalip dari bagian kiri jalan.

Begitulah realitanya...


Udang selalu menjadi andalan menu utama di tempat - tempat yang menjual seafood. Dari ukuran udang pun beragam mulai dari kecil (rebon) sampai besar (lobster). Tak sedikit juga orang yang menyukai olahan dari udang. Udang cocok sebagai campuran beragam masakan atau pelengkap.

Ketika ingin memasak udang dirumah juga tidak ada salahnya mencoba. Tanpa harus repot repot mengantri di rumah makan favorit. Jangan lupa siapkan udang yang segar. Karena hal ini menjadi salah satu faktor lahapnya makan dan siap siap nasi juga habis.

Urusan masak memasak memang aku belum bisa dibilang pandai. Namun kali ini aku akan membagi sedikit cara memasak udang yang benar, enak, dan cukup menelan ludah. Resep ini aku dapatkan dari teman ikrib yang setiap datang kerumahnya pasti sudah tersedia Udang Pedas. Menahan rasa penasaran akhirnya ikutlah cara memasak udangnya seperti apa.

Bahan yang perlu disiapkan :
1. Udang yang segar dan ukuran sebisa mungkin sebesar kelingking jari
2. Cabe merah secukupnya
3. Bawang merah dan bawang putih secukupnya
4. Garam
5. Minyak goreng

Cara memasaknya tidak perlu ribet. Setelah bawang merah dan bawang putih dikupas. Ternyata udangnya juga harus dikupas (katanya) biar nikmat.


Silahkan iris bawang merah, bawang putih, dan cabe merah.


Mari masukkan irisan tsb ke wajan penggorengan yang sudah dipanaskan dan diberi minyak goreng secukupnya.

Aduk perlahan agar tidak gosong. Setelah ketiga irisan sudah berubah kecoklatan segera masukkan udang yang sudah dicuci dengan air bersih. Aduk kembali agar bumbu merata. Berilah sedikit garam (biasanya 1 sdt atau sesuai lidah masing-masing). Kalau bumbu dan udang sudah bercampur dan warnanya sedikit kemerahan, lalu matikan kompor dan dihidangkan.



And this is it... Ala ala~


Hmmm sudah membayangkan bagaimana rasanya? Masih kebingungan mencari menu makan malam ini?

Selamat mencoba dan memasak~
Kata orang, jaman sekarang mencari pekerjaan itu susah. Apalagi mencari pekerjaan yang pas dan nyaman. Susahnya seperti mencari jarum dalam jerami. Belum jaminan lulusan S1 bisa duduk manis di kursi yang diharapkan. Apalagi yang lulusan SMA dan sederajat bahkan dibawahnya.

Jangan terlalu berekspektasi.

Ngeblog kali ini (akhirnya separo tantangan) aku akan membahas sedikit pengalaman ketika mencari pekerjaan. Mencari sumber terpercaya.

Lanjut...

Sepertinya hal ini pernah dialami setiap P3 (Para Pencari Pekerjaan). Pernah waktu itu mencoba mengirimkan berkas lamaran ke salah satu tempat yang menurut iklan di situs loker, tempat tsb membuka cabang baru. Siapa yang tidak tertarik dengan embel embel "cabang baru" ? Hampir sebagian orang pasti punya pikiran sama. Mudah diterima. Naaah... Jangan berharap. Buang jauh jauh pikiran seperti itu.

Singkat ceritanya, ketika berkas lamaran sudah diterima berlanjut ke proses interview. Biasanya lokasi interview kalau tidak di perusahaan langsung, hotel, atau disatu tempat yang benar benar banyak pesertanya. Baru pertama kali interview di sebuah "warung" dengan ukuran yaaa kurang lebih 3m × 3m dan sedikit tertutup. Sempat putus asa mencari lokasinya. Namun Gusti Allah masih memberi kesempatan untuk mencoba interview abal abal ini. Selama proses interview tidak ada pertanyaan sulit apalagi psikotest. Yang ada hanya diiming imingi bisa training di Bali, jenjang karir bagus, dan bekerja di Lombok. Katanya (penipu) training nanti bebas biaya. Hmmm cukup menarik yaa. Interview ini hanya mencari jawaban IYA atau TIDAK untuk diberangkatkan entah kemana tujuan sebenarnya.

Pengalaman kedua, hampir sama kejadiannya. Setelah lelah browsing profil perusahaan yang tidak ditemukan berhari hari, muncul lah tekad demi mendapatkan pekerjaan pengganti. Sudah tiga kali bahkan lebih, mondar mandir mencari lokasinya. Sebuah nama perusahaan yang asing di telinga warga (mungkin gaje juga). Petunjuk arah yang membingungkan. Dan bermodal sabar sekali sampailah ditempat tujuan. Sebuah ruko yang sepi dengan tempelan ala kadarnya dan hanya ada seorang bapak bapak yang cukup rapi pakaiannya.

Interview ini tidak memakan waktu banyak. Anehnya bapak ini menawarkan posisi yang lebih tinggi dari posisi yang aku inginkan. Mana ada interview macam begini?

Setengah tidak percaya dan masih berpikir positif, aku googling lagi dengan nama perusahaan yang berbeda. Iya, karena perusahaan tersebut ternyata ada tiga nama. Mulai dari banner di depan ruko, tempelan di dinding sampai di web loker semua berbeda. Cukup tercengang! (bisa ya perusahaan punya tiga nama). Keluar satu blog yang menceritakan bagaimana sistem kerja dan sebenarnya perusahaan itu seperti apa.

Ku urungkan niat untuk datang kembali di hari berikutnya. Dihari berikutnya juga tidak ada panggilan sekedar menanyakan apakah jadi ikut psikotest atau tidak.

_________________

Sekedar tips dan trik saja, ketika ingin mencari pekerjaan di situs loker :
1. Kenali dulu profil perusahaan, jika di google tidak ada perlu berpikir dua kali.
2. Apabila lokasi bukan di perusahaan, perlu diragukan.
3. Training yang dikenakan biaya, pasti ini penipuan.

Selamat mencari pekerjaan yang sesungguhnya...
"Aku 25 kak"
"Baru 23"
"27 hehehehehe"
"24 :) "
"Aku 22, muda sendiri dong"
"Sama ya 25"

Bla bla bla kurang lebih seperti itu percakapan di grup Whatsapp baru baru ini. 

Berbicara mengenai umur memang tidak ada ujungnya. Perjalanan dari nol (maksudnya dari bayi) sampai saat ini baaaaaaanyak sekali perubahan yang dilalui. Beberapa orang apalagi perempuan, menginjak usia 24-25 tahun menganggapnya sebagai usia yang "rentan" patah hati dan sudah tua. TUA. Masih kurang jelas? Aku spell ya T-U-A.

Ada yang salah?

Well... Kalau dilihat dari angkanya, menurutku belum termasuk usia yang tua tua amat. Usia tersebut masih pantas melakukan hal hal yang diinginkan. Bisa bergabung di komunitas tertentu, masih bisa ikut acara yang kekinian, cocok mengambil perjalanan jauh atau travelling, bahkan hangout. Pada intinya masih bisa hahahihi dalam batas yang wajar.

Tidak ada salahnya berteman dengan orang orang usianya dibawah kita. Informasi terbaru (update) kadang mereka yang lebih awal mengetahuinya. Tren masa kini, event, sampai make up yang cocok untuk kulit ABCD dan seterusnya mereka lebih up to date.
__________________

Tua itu hanya mindset saja. Mindset yang membatasi diri untuk lebih maju lagi. Pikiran pikiran yang membuat duduk ditempat. 

Tua, ketika rambut mulai beruban. Kulit yang kencang berubah kendur. Penglihatan yang kabur. Pendengaran yang kurang jelas. Ingatan yang menurun. Langkah kaki yang tertatih. Dll dll dll
Masih ingat kapan terakhir naik angkutan umum?

Yakk... Tantangan ketiga ini aku akan bahas langkanya angkutan umum di tempatku. Kian hari kian sedikit orang orang yang menggunakan jasa angkutan umum. Contoh angkutan umum yang biasa lewat depan rumah, angkot dan bis ukuran sedang dengan kapasitas kurang lebih 28 orang (berdasarkan jumlah kursi penumpang). Sekarang yang menggunakan jasa ini hanya ibu ibu pergi ke pasar atau bapak bapak lanjut usia yang ada keperluan dan (maaf) tidak mempunyai kendaraan pribadi.

 Ini salah satu bis yang lewat depan
  rumah. (sumber : www.google.co.id)


Beberapa tahun terakhir ku amati jarang sekali anak-anak sekolah yang mau naik angkutan umum. Masih ada, mungkin hanya dalam hitungan jari. Dan lagi lagi (maaf) memang dari orangtua yang belum memfasilitasi atau dari kalangan menengah ke bawah. Saking jarangnya yang menggunakan jasa angkutan umum ini dampaknya angkot / bis juga jarang yang beroperasi.

Saat ini untuk satu bis dengan bis berikutnya jaraknya bisa mencapai 30 menit (kira-kira ya). Berbeda saat aku masih sekolah, setiap 15menit sekali bis sliweran (ada juga yang balapan). Kadang juga bisa lebih awal setiap 10menit sekali.

Dulu sebelum orang-orang mampu membeli motor dengan mudahnya, setiap pagi bis (di jam jam berangkat sekolah) pasti penuh bahkan bejubel dan parahnya ada yang sampai gelantungan. Desak-desakan? Jelas. Bercampur baunya? Beeeuuuhhhh. Sudah melebihi kapasitas. Dan isinya tidak lain anak anak sekolah mulai dari SMP-SMA (dan sederajatnya biar adil). Pekerja, ibu ibu pasar, atau buruh serabutan hanya bisa dihitung. Iya. Itu waktu aku masih SMA.

Telat 5 menit atau lebih dari jam biasanya menunggu bis langganan, alamat tidak beruntung. Deg deg'an khawatir terlambat, siapkan mental masuk daftar panggilan BK. Perlu kalian tau karena setiap (sopir atau kondektur) bis pasti hafal mana langganan dan mana penumpang yang asal naik. Sekali bis langganan sudah lewat, terimalah senyuman manis kondektur dan klakson bapak sopir dari bis berikutnya.

Bye !!!!

___________________

Naaaah... Terbalik dengan kondisi saat ini dimana anak anak sekarang yang kemana mana sudah naik motor sendiri. Apalagi anak anak SD - SMP. Baru menjadi anak sekolah beberapa hari sudah pandai memainkan tarikan gas. Dari motor yang bermerk terlaris hingga harga yang pas di kantong. Semua ada. Semua pakai.

Kalau hal ini masih berlanjut kedepannya,

Lalu...

Siapa yang akan menjadi Pak Sopir, Kondektur, dan Penumpang Angkutan Umum?

:)
Bagi sebagian orang mengundurkan diri (resign) dari pekerjaan sebelumnya jarang yang merayakan resign bahkan tidak perlu. Kedengarannya memang aneh dan sangat tidak penting. Tapi bagiku hal itu patut dilakukan. Aku sudah lama menunggu ketika aku masih terikat di salah satu perusahaan.

Dan

Apanya yang menarik?

Yhaaa karena aku ingin bebas dari aturan aturan yang sudah membuat kepala pening beberapa bulan terakhir. Aturan aturan yang sepele namun tidak masuk di akal (menurutku yess). Seperti terbebas dari penderitaan. Halah.

_____________

Perayaan kali ini tak perlu yang mewah. Mengingat budget yang tidak begitu banyak pula. Aku lebih memilih ke salah satu pantai di Gunungkidul Yogyakarta (pada dasarnya memang suka pantai). Daaan rencana ini sudah ku pikirkan kurang lebih 2 minggu sebelum hari terakhir aku bekerja. Karena waktu itu aku dan partner kebetulan mengunjungi ke sebuah pantai yang belum begitu ramai dicium orang. Masih sepi.

Triiiiiiing...

Dari situlah muncul ide untuk merayakan resign di pantai tersebut atau sebelahnya. Cukup ngecamp semalam atau cuma mainan air seharian.

Selain tujuannya pantai, nonton konser band ternama juga tidak akan ditolak mentah mentah.

Jujur... band indie yang bakal kami tonton sebenarnya aku tidak begitu paham. Mendengar nama bandnya saja baru kali itu. Namanya juga gratisan yang penting bisa refreshing ehehehehe.

____________

Kejenuhan yang berujung stress pasti dialami setiap orang, tidak melihat apapun pekerjaannya. Tinggal bagaimana cara kita mampu melawan atau tidak mempedulikan sampai membatu.

Pada pantai, ku biarkan keluh kesah digulung ombak dan terbawa angin.

Dan ku teriakkan segala yang terpendam dalam riuhnya fans yang sedang merindukan band idola.
Yap! Postingan ini kali pertama saya memulai belajar ngeblog lagi setelah sekian lama tenggelam dalam kesibukan. Hazeekk. Beberapa tahun terakhir memang sibuk-sibuknya mencari dan menggeluti pekerjaan. Kemarin sebagai seorang pekerja, ada waktu sedikit mending buat istirahat. Jadi kurang sempat untuk mengisi blog ini yang sudah saya buat waktu jaman kuliah. Postingan terakhir 29 Desember 2014. Bisa bayangkan berapa lamanya?

Okeh. Dalam postingan ini saya akan membahas mengenai Domain Gratis. Gila. Baru belajar ngeblog udah sok sok'an bahas Domain. HAHAHAHAHAHA

Santai. Jangan panik.

Saya tidak akan membahas apa itu Domain, bagaimana cara mendapatkannya, atau ciri Domain apa saja. Jangan harap. Judul Domain Gratis ini saya pilih ketika ditantang oleh partner (widiiiiiww) dalam waktu 10 hari saya harus ngepost 1 artikel / blog / postingan dalam sehari. Meskipun partner juga baru belajar menekuni blog.

Beberapa kali partner meminta saya untuk ngeblog lagi. Tantangan ini dibuat yang "katanya" saya harus bergerak, dalam artian menghasilkan sesuatu walaupun hal kecil. Lebih tepatnya mengusir kejenuhan selagi saya masih free dan belum terikat pekerjaan full time. Sebagai rewardnya saya dihadiahi Domain secara cuma cuma plus settingan dari blogspot.

Yeeeeeeyyy rezeki anak ngga sholeha sholeha banget.

"Siapa takut!" Sepakat menerima tantangan ini dalam 10 hari kedepan dengan tema bebas atau random. Untuk 1 artikel minimal 250 kata dan belum termasuk copy paste milik oranglain. Saya rasa tidak masalah untuk mengikuti aturan tersebut.

Sebenarnya urusan menulis blog ini sudah ada niatan dari kemarin kemarin. Hanya saja masih dalam bentuk draf dan berhenti di tengah cerita. Kadang cukup coretan selembar kertas seadanya dan berujung terselip entah kemana. Bahkan parahnya sampai lupa cara masuk ke blog ini.

Ehehehe maklumlah ya~

Dulu blog ini hanya iseng, tugas, dan ikut-ikutan teman. Saya lebih menikmati atau membaca blog dari blogger ternama. Itu pun kalau memang mood sedang mendukung. Tapi kali ini waktunya saya untuk keluar dari zona nyaman atau #SelfUpgrade.

Untuk menghasilkan satu postingan, saya benar benar butuh pikiran fresh dan tempat yang sepi. Berkali-kali buka tutup notes, hapus ketik dan disimpan dalam draf. Saya tidak bisa sembarangan menulis saat itu juga.

Lalu...

Setelah tantangan ini selesai, saya berharap lebih rajin memposting blog untuk kedepannya. Bisa menyalurkan apa yang di pikiran dalam bentuk tulisan mungkin sedikit meringankan kerja otak. Langkah awal tidak muluk muluk bisa dapat viewer banyak.

Sekian untuk tantangan hari pertama.

Salam
Newer Posts
Older Posts

Social

  • Follow on Twitter
  • Follow on Instagram

Popular

  • Belajar Street Photography sambil Ngopi #2 : Ngobrol Bareng Genpi
    Belajar Street Photography sambil Ngopi #2 : Ngobrol Bareng Genpi
    Demi mengejar likes atau menjadi lebih hits, butuh effort untuk mengedit foto agar terlihat menarik. Beragam aplikasi edit foto terpasang...

Archive

  • ▼  2020 (1)
    • ▼  Mei 2020 (1)
      • Resep Pink Smoothies ala Yummy App, Minuman Sehat ...
  • ►  2018 (1)
    • ►  Januari 2018 (1)
  • ►  2017 (15)
    • ►  Desember 2017 (2)
    • ►  November 2017 (2)
    • ►  September 2017 (11)
  • ►  2014 (2)
    • ►  Desember 2014 (2)
Diberdayakan oleh Blogger.
Created By SoraTemplates | Distributed by GooyaabiTemplates